Cara Pembuatan Minyak Atsiri Dengan Mesin Penyulingan

27/05/2017

Cara Pembuatan Minyak Atsiri Dengan Mesin Penyulingan

Cara Pembuatan Minyak Atsiri Dengan Mesin Penyulingan

Cara Pembuatan Minyak Atsiri Dengan Mesin Penyulingan

Banyak kekayaan hayati Indonesia jadikan makin berkembang beberapa inspirasi untuk tingkatkan nilai jual product tanaman terlebih tanaman penghasil minyak atsiri (essential oil). Di Indonesia sudah di kenal sekitaran 40 type tanaman penghasil minyak atsiri yang dapat di komersialkan, namun baru beberapa saja yang sudah dipakai sebagai sumber minyak atsiri dengan cara komersil.
Sistem untuk memperoleh minyak atsiri di kenal lewat cara menyuling atau destilasi pada tanaman penghasil minyak.
Di dunia komersil, cara destilasi/penyulingan minyak atsiri bisa dikerjakan dengan 3 langkah, diantaranya :

Penyulingan dengan system rebus (Water Distillation)
Penyulingan dengan air serta uap (Water and Steam Distillation)
Penyulingan dengan uap segera (Direct Steam Distillation)

Aplikasi pemakaian cara itu didasarkan atas sebagian pertimbangan seperti type bahan baku tanaman, karakteristik minyak, sistem difusi minyak dengan air panas, dekomposisi minyak akibat dampak panas, efisiensi produksi serta argumen nilai ekonomis dan efektifitas produksi.
Di bawah ini bakal saya ulas semasing cara penyulingan di atas :

Penyulingan dengan system rebus (Water Distillation)
Langkah penyulingan dengan system ini yaitu dengan memasukkan bahan baku, baik yang telah dilayukan, kering maupun bahan basah kedalam ketel penyuling yang sudah diisi air lalu dipanaskan. Uap yang keluar dari ketel dialirkan dengan pipa yang dikaitkan dengan kondensor. Uap yang disebut kombinasi uap air serta minyak bakal terkondensasi jadi cair serta ditampung dalam wadah. Setelah itu cairan minyak serta air itu dipisahkan dengan separator pemisah minyak untuk di ambil minyaknya saja. Langkah tersebut umum dipakai untuk menyuling minyak aromaterapi seperti mawar serta melati. Walau sekian bunga mawar, melati serta semacamnya semakin lebih pas dengan system enfleurasi, bukanlah destilasi.
Yang butuh di perhatikan yaitu ketel terbuat berbahan anti karat seperti stainless steel, tembaga atau besi berlapis aluminium.

Penyulingan dengan air serta uap (Water and Steam Distillation)
Penyulingan dengan air serta uap ini umum di kenal dengan system kukus. Langkah tersebut sesungguhnya serupa dengan sistem rebus, cuma saja bahan baku serta air tak bersinggungan segera karna dibatasi dengan saringan di atas air.
Langkah tersebut yaitu yang paling banyak dikerjakan pada dunia industri karna cukup memerlukan sedikit air hingga dapat menyingkat saat sistem produksi. Cara kukus ini umum diperlengkapi system kohobasi yakni air kondensat yang keluar dari separator masuk kembali dengan cara automatis kedalam ketel supaya meminimkan kehilangan air. Bagaimanapun biaya produksi juga diperhitungkan dalam segi komersial. Disisi lain, system kukus kohobasi lebih untungkan oleh karna terlepas dari sistem hidrolisa pada komponen minyak atsiri serta sistem difusi minyak dengan air panas. Diluar itu dekomposisi minyak akibat panas semakin lebih baik dibanding dengan cara uap segera (Direct Steam Distillation).
Cara penyulingan dengan system kukus ini bisa membuahkan uap serta panas yang stabil oleh karna desakan uap yang konstan. Bila Anda memerlukan alat suling (destilator) beragam tipe serta kemampuan sesuai sama apa yang diinginkan, mesin destilasi minyak atsiri dapat anda peroleh di www. mesinmodern. com

Penyulingan dengan uap segera (Direct Steam Distillation)
Pada system ini bahan baku tak kontak segera dengan air ataupun api tetapi cuma uap bertekanan tinggi yang digunakan untuk menyuling minyak. Prinsip kerja cara ini yaitu bikin uap bertekanan tinggi di dalam boiler, lalu uap itu dialirkan lewat pipa serta masuk ketel yang diisi bahan baku. Uap yang keluar dari ketel dikaitkan dengan kondensor. Cairan kondensat yang diisi kombinasi minyak serta air dipisahkan dengan separator yang sesuai sama berat type minyak. Penyulingan dengan cara ini umum digunakan untuk bahan baku yang memerlukan desakan tinggi pada sistem pengeluaran minyak dari sel tanaman, umpamanya gaharu, cendana, dan lain-lain.

Sebagian segi utama yang butuh di perhatikan pada sistem destilasi diantaranya :

Bahan baku (Raw material)
Tentukan bahan baku yang pasti memiliki randemen minyak tinggi. Pengukuran rendemen minyak dikerjakan di laboratorium atau dapat pula dikerjakan sendiri dengan alat Stahl Distillation. Bila belum miliki alatnya, Anda dapat pesan dengan di sini.
Sebelumnya disuling bahan baku mesti dirajang dulu untuk memudahkan keluarnya minyak yang ada di ruangan antar sel dalam jaringan tanaman.
Tetapkan juga perlakuan awal raw material, apakah bahan basah, layu atau kering. Ini begitu utama karna tiap-tiap bahan baku membutuhkan penenangan yang tidak sama. Sebagai contoh perlakuan nilam baiknya dalam kondisi kering dengan kandungan air pada 22-25%. Bila yang masuk ketel yaitu nilam basah memerlukan saat destilasi lebih lama, mengakibatkan biaya produksi jadi semakin besar.

Alat Penyulingan
Untuk memperoleh product minyak atsiri yang berkwalitas, pakai alat yg tidak bereaksi/menyebabkan kerancuan pada product minyak. Material yang baik yaitu dengan glass/pyrex serta stainless steel. Untuk material glass cuma dapat untuk taraf laboratorium, tengah taraf industri umum dipakai stainless steel.
Type material stainlees steel dari mulai yang terbagus diantaranya :

Material Pharmaceutical Grade (SUS 316)
Material Food Grade (SUS 314)
Material Mild Mild Steel Galvanized
Material Mild Steel

Untuk kepentingan destilasi minyak atsiri umum dipakai material food grade.
Butuh di perhatikan juga pemakaian jacket ketel atau sekat kalor bila sistem penyulingan ada didaerah dingin seperti di pengunungan, ini ditujukan supaya kurangi kehilangan kalor panas.
Janganlah lupa dipasang juga asesoris control serta safety piranti yang minimum berbentuk thermometer, manometer desakan (pressure gauge) serta safety valve untuk mesin destilasi yang memakai boiler.

Condensor (Pendingin)
Alat ini dipakai untuk kondensasi (mengembunkan) uap yang keluar dari ketel. Prinsip kerja alat yaitu mengubah fase uap jadi fase cair karna pertukaran kalor pada pipa pendingin. Pada alat bertaraf laboratorium dapat memakai condensor lurus (liebig), tengah untuk taraf industri mesti memakai kondensor yang semakin besar. Kondensor untuk taraf produksi memiliki bahan stainless berbentuk pipa spiral supaya kontak dengan air pendingin lebih lama serta ruang perpindahan kalor juga lebih panjang.

Separator (Pemisah Minyak)
Alat ini berperan untuk memisahkan minyak atsiri dengan air berdasar pada ketidaksamaan berat type. Separator untuk alat suling system kukus kohobasi ada 2 jenis yakni untuk minyak dengan density (massa type) rendah serta minyak density tinggi.

Receiver Tank (Tangki Penampung)
Dipakai untuk menyimpan minyak atsiri, dapat berbahan glass atau stainless steel. Untuk bahan glass, pakai botol gelap supaya minyak terlepas dari masuknya cahaya matahari segera hingga tak turunkan grade minyak.

(Visited 118 times, 1 visits today)



Hak cipta © Sentral Mesin Modern dan didukung oleh CV. Sentral Mesin Modern.